4 Manfaat Aplikasi dari Pusat Informasi Kesehatan

4 Manfaat Aplikasi dari Pusat Informasi Kesehatan

4 Manfaat Aplikasi dari Pusat Informasi Kesehatan – Tepatnya pada tahun 2019 kemarin, pihak Kementerian Kesehatan melalui Pusat Data dan juga Informasi Kesehatan telah melakukan kerjasama dengan 2 universitas untuk mengimplementasi Aplikasi Satu Data Kesehatan atau sering disingkat dengan istilah ASDK.

Aplikasi ASDK ini diklaim mampu memudahkan berbagai macam fasilitas dan juga pelayanan kesehatan. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa keberadaan aplikasi yang satu ini sangat penting bukan?

Dapatkan 4 Manfaat Aplikasi ASDK dari Pusat Informasi Kesehatan Berikut Ini

Banyaknya data kesehatan yang ada di berbagai unit Kementerian Kesehatan pastinya harus mempunyai sistem keamanan dan juga tata kelola yang baik. Dengan begitu, segala data dan juga informasi yang dibutuhkan pun dapat dicari dengan mudah, cepat, efektif, serta efisien.

Maka dari itu pada tanggal 27 September 2019, Pihak (Kemenkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan sebuah perangkat lunak yang tak lain adalah Aplikasi Satu Data Kesehatan.

Adanya aplikasi tersebut tak lain diharapkan untuk memfasilitasi kegiatan pengumpulan, pengolahan, hingga mendukung segala macam analisis yang berhubungan dengan data-data kesehatan. Selain mempermudah layanan, ini dia manfaat dari Aplikasi Satu Data Kesehatan.

1. Mengintegrasikan Data Kesehatan
Beberapa data kesehatan yang dimaksudkan tersebut tak lain seringkali dikelola secara vertikal. Dengan kata lain, data tersebut didapatkan dari organisasi kesehatan yang tersebar di berbagai daerah baru diteruskan ke tingkat pusat.

Bahkan, tak jarang hal tersebut juga seringkali terisolasi di masing-masing program. Sebagai contoh yaitu program kesehatan lingkungan, KIA, gizi, imunisasi, HIV/AIDS, Malaria, TBC, dan lain sebagainya.

Ada sistem informasi elektronik seperti halnya HIV/AIDS, TBC, dan juga malaria yang telah diterapkan di beberapa organisasi kesehatan baik itu di tingkat wilayah maupun nasional.

Namun meskipun begitu, hal tersebut justru malah menjadi penyebab disintegrasi data-data kesehatan yang ada karena tidak ada kesinambungan antara analisis data kesehatan data yang lainnya. Termasuk menyebabkan masalah pada aksesibilitas serta kualitas data pula.

Padahal, adanya data-data kesehatan tersebut justru digunakan untuk melakukan monitoring dan juga evaluasi capaian program hingga melaksanakan perencanaan secara terintegrasi dan juga berkesinambungan.

Sebagai contoh, program HIV/AIDS dan juga TBC, yang mana ke duanya mempunyai kesinambungan perencanaan, pengawasan, pengimplementasian program, hingga pelaporannya.

2. Merapikan Data Kesehatan
Kelebihan dari inovasi hasil dari kerjasama Pusat Data dan Informasi Kesehatan dengan universitas UGM serta University of Oslo (UiO) ini mampu mengintegrasikan berbagai macam data hingga informasi yang akurat.

Bahkan, drh. Didik Budijanto yang tak lain merupakan Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan ini juga menyatakan bahwa Aplikasi Satu Data Kesehatan ini mampu membuat pengelolaan data yang ada di organisasi kesehatan menjadi lebih rapi.

Di sisi lain, Kepala Pusat dan Informasi Kemenkes ini juga menyatakan bahwa Aplikasi Satu Data Kesehatan ini mampu memberikan kontribusi yang nyata terhadap tata kelola data kesehatan yang lebih baik dan ikut serta menuju pembangunan kesehatan berkelanjutan.

Berbagai data yang ada di dalam Aplikasi Satu Data Kesehatan ini tak lain mencakup beberapa data mengenai data fasilitas kesehatan, data penyakit, data SDM Kesehatan hingga data anggaran kesehatan.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sebuah data kesehatan tersebut bisa menjadi salah satu upaya bagi pengelola data dan informasi kesehatan untuk dijadikan kebijakan kedepannya nanti.

4 Manfaat Aplikasi dari Pusat Informasi Kesehatan

3. Menjadi Mediasi Produsen dan Konsumen Data Kesehatan
Jika dilihat dari sisi lain Aplikasi Satu Data Kesehatan ini bahkan mampu menjadi mediasi atau penengah di antara produsen data dan juga konsumen data kesehatan yang berguna untuk pelayanan maupun fasilitas kesehatan nantinya.

Apresiasi pengembangan sistem elektronik Aplikasi Satu Data Kesehatan pun juga turut diberikan oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara yaitu Hinsa Siburian. Bahkan, beliau pun juga siap untuk terjun ke ranah kesehatan.

Dukungan tersebut juga turut dilontarkan oleh Yanuar Nugroho yang merupakan Deputi II di Bidang Kajian Dan Pengelolaan Program Prioritas. Di mana beliau menegaskan aplikasi tersebut memastikan mempunyai standar dan metadata yang baku.

Ke depannya, aplikasi ini juga diharapkan mampu menjadi penggerak dalam melakukan segala macam tugas serta fungsi maupun pekerjaan sehari-hari dalam pengelolaan data kesehatan.

Berbagai organisasi kesehatan pun sudah seharusnya menggunakan aplikasi ini untuk membantu berbagai macam pelayanan maupun fasilitas untuk menyediakan data serta informasi yang akurat dan cepat.

4. Dapat Diimplementasikan di Berbagai Organisasi Kesehatan
Seperti yang telah dijelaskan di atas, data kesehatan sendiri biasanya didapatkan secara vertikal dari berbagai organisasi kesehatan. Beberapa organisasi kesehatan yang dimaksud tak terkecuali mencakup berbagai level.

Baik itu mencakup Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan yang ada di tingkat Provinsi, Dinas Kesehatan di tingkat Kabupaten maupun Kota, dan bahkan termasuk level organisasi seperti Pusat Kesehatan Masyarakat atau lebih sering kita kenal dengan Puskesmas.

Ada pun penerapan penggunaan perangkat lunak tersebut diperkuat dengan adanya sosialisasi yang berasal dari Dinas Kesehatan yang berada di Kabupaten Pringsewu mengenai Aplikasi Satu Data Kesehatan.

Dimana narasumbernya sendiri tak lain diisi oleh pihak dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan tentunya juga dari pihak Pusat Data dan Informasi alias Pusdatin Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Ada satu hal yang menjadi permasalah dari penggunaan Aplikasi Satu Data Kesehatan di daerah tersebut, yaitu meski sudah banyak digunakan oleh beberapa organisasi kesehatan di daerah Lampung namun hal itu ternyata belum dilakukan secara lebih maksimal dan optimal.

Namun meskipun masih mengalami beberapa kekurangan dalam pengaplikasiannya, tentunya Aplikasi Satu Data Kesehatan ini sudah memberikan banyak sekali manfaat bagi pihak-pihak organisasi kesehatan di luar sana bukan?

, ,